Saudariku, Terimalah Kekurangan Suamimu

1743-makna_di_balik_keindahan_pesonanya_flickrSetiap manusia tentu saja tidak hanya dilengkapi dengan kelebihan, tetapi bersamanya ada kekurangan yang menyertai. Hal ini agar manusia bisa saling mengisi dan melengkapi dalam kehidupan. Begitu juga halnya dengan pasangan hidup kita, tentu dia bukanlah sosok yang sempurna. Selalu akan kita temukan kekurangan padanya, entah sedikit ataupun banyak.

Dalam kehidupan rumah tangga, suami istri hidup dalam interaksi yang sangat intens sepanjang hidupnya sehingga satu sama lain dapat melihat kekurangan masing-masing dengan jelas. Sebagai seorang istri, adakalanya kita merasa nyaman dengan kekurangan yang ada pada suami kita. Tetapi pada kekurangan tertentu, bisa jadi kita merasa berat. Nah, dalam hal ini kita dituntut untuk bersikap objektif. Maksudnya?

Dengan segala kekurangannya, seorang suami tentu saja memiliki kelebihan dan keistimewaan yang dengannya kita merasa bangga. Hal ini mengajak kita untuk bersikap adil, tidak hanya terfokus pada kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Hendaknya kita melihat kekurangan dan kelebihannya secara bersamaan sehingga tidak menimbulkan rasa enggan dan benci kepada suami atas kekurangan yang dimilikinya.

Allah berfirman,

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“… Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS An-Nisaa’ [4]: 19)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, ”Lelaki mana saja yang bersabar atas akhlaq jelek isterinya, Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti yang Dia berikan kepada Ayyub Alaihis Sallam karena kesabarannya atas bala’ yang menimpanya. Dan perempuan mana saja yang bersabar atas akhlaq buruk suaminya, Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti yang Dia berikan kepada Asiyah binti Muzahim, istri Fir’aun “. ( HR. Ath-Thabrani )

Saudariku, kita perlu menyadari bahwa tidak ada suami yang sempurna di dunia ini. Percayalah bahwa suami yang engkau miliki adalah orang yang paling tepat untukmu. Jangan terlalu melihat keluar, yang mana rumput nun jauh di sana nampak begitu hijau padahal hakikatnya bisa jadi lebih hijau rumput sendiri.

Saudariku, syukurilah sosok laki-laki yang terbaring tenang di sisimu dengan napasnya yang teratur. Perhatikan gurat-gurat wajahnya dan sadarilah bahwa dia begitu istimewa. Kalau engkau masih juga tidak percaya, susunlah berbagai kekurangan dan kelebihannya dalam lembaran kertas. Engkau akan mendapati bahwa keistimewaannya mengungguli kekurangan yang membersamainya. Ingatlah firman Allah,

وَلاَ تَنسَوُاْ الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ

“Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu.” (QS Al-Baqarah [2]: 237)

Dengan tidak melupakan keutamaan suami, engkau tidak akan terkukung memandang kekurangan-kekurangannya. Dan sadarilah bahwa engkau pun mempunyai kekurangan-kekurangan yang bisa jadi juga memberatkan hatinya. Karenanya, jangan mengharapkan suami kita sempurna seperti yang kita inginkan, sebaliknya kita yang seharusnya menyesuaikan diri dengan segala kekurangannya, sebab tak ada manusia yang sempurna. Maka, terimalah dia dengan penuh cinta, dan segala kekurangan yang ada bisa dibenahi bersama.

Share this:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: