Saudariku, Jangan Engkau Umbar Auratmu …

Saudariku, di manakah rasa malu yang sebenarnya engkau miliki? Apakah sedang engkau gadaikan hingga dengan bangganya engkau memamerkan auratmu? Apa yang engkau inginkan? Pujian? Decak kagum para lelaki yang memandangmu dengan nafsu? Colekan nakal lelaki hidung belang? Banyak lelaki yang memuja kemolekanmu? Masya Allah …, sadarlah wahai saudariku!! Jangan biarkan tubuhmu jadi pemuas nafsu mata-mata jalang. Engkau terlalu mulia untuk melakukan itu.

Saudariku, tidak sadarkah engkau? Semua yang ada di dirimu adalah pesona. Senyummu, lirikanmu, moleknya tubuhmu, gerai rambutmu, semuanya adalah untaian keindahan.  Engkau adalah permata indah yang teramat sangat berharga. Terlalu berharga hingga tak pantas rasanya jika diumbar …. Jagalah dirimu saudariku, agar tidak tercuri, agar pesonanya tak redup oleh gerusan zaman. Agar pancaran keindahannya tetap abadi hingga menjadi pelita di masa kegelapan nanti ….

Saudariku, agar engkau tahu, aku marah, sedih, kecewa melihat engkau mengumbar auratmu. Jangan diteruskan lagi wahai saudariku …. Cukuplah sampai di sini saja, dan mulailah lembar kehidupan baru dengan keanggunanmu, keanggunan seorang muslimah sejati. Renungkanlah untaian pesan berikut ini, yang kurasa memang ditujukan untukmu.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu BERUNTUNG.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: