Rambu-rambu tarbiyah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

  • Sabar dan perlu nafas yang panjang

Mudah bagi seseorang untuk berinteraksi dengan benda mati dalam waktu lama. Tapi sulit untuk berinteraksi dengan manusia yang rumit. Lihatlah bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menghadapi berbagai keadaan dalam membina shahabat. Beliau sabar dalam membina mereka. Setinggi apa pun mereka, tetap mereka adalah manusia yang tidak ma’shum. Mereka juga melakukan beberapa kesalahan.

  • Pertemuan atau pembicaraan khusus yang ditujukan kepada beberapa shahabat

Di samping menyampaikan ceramah di depan khalayak, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga menyampaikan nasehat, masukan khusus kepada beberapa shahabat. Setelah shalat ied, beliau bersama Bilal menemui kaum wanita lalu menasehati mereka. Dalam hadits Abu Said al Khudri, beliau juga menyediakan waktu khusus untuk kaum wanita. Dalam perang Hunain, beliau secara khusus memanggil orang-orang Anshar.

  • Terlibat dalam kegiatan

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ikut terlibat dalam berbagai kegiatan dengan para shahabat. Beliau tidak hanya memberikan arahan. Beliau ikut dalam pembangunan masjid (sebagaimana hadits Anas di shahih Bukhari 428 dan Muslim 524). Beliau juga ikut menggali parit sebelum perang khandaq (sebagaimana hadits Sahl bin Sa’d di shahih Bukhari 6414 dan Muslim 1804). Beliau juga ikut berjihad sebanyak 19 kali (sebagaimana hadits di shahih Bukhari 3949 dan Muslim 1254).

  • Tarbiyah dengan peristiwa

Merupakan hal yang mudah, membahas sesuatu dari berbagai sisi. Namun pengaruhnya mungkin tidak akan besar. Namun Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga mengarahkan para shahabatnya dalam berbagai kesempatan. Beliau memberikan arahan pada waktunya yang tepat. Ketika Abu Bakar khawatir saat bersembunyi di gua, Nabi menenangkan Abu Bakar. Beliau juga menjelaskan keutamaan dakwah saat mengutus Ali bin Abi Thalib (sebagaimana hadits Sahl bin Sa’d di Shahih Bukhari 3009 dan Muslim). Arahan tersebut seandainya disampaikan kepada mereka saat mereka duduk di rumah, tentu tidak akan memberikan pengaruh seperti kalau disampaikan pada waktunya yang tepat.

  • Memilih dan menyeleksi tarbiyah pada asalnya ditujukan kepada semua pribad umat. Apa pun kedudukannya. Pria wanita, tua muda. Namun dakwah memerlukan orang-orang yang siap memikul. Maka perlu menyeleksi orang yang akan mengemban. Itulah sebabnya, kita menyaksikan dalam Sirah Nabawiyah, penyebutan Kibar shahabat, berulang-ulang. Terutama Abu Bakar dan Umar. Ini menunjukkan bahwa mereka mendapatkan tarbiyah yang lebih dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dibandingkan yang lain.
  • Bertahap

Aspek tarbiyah dalam diri manusia yang sangat luas dan banyak, menjadikannya sesuatu yang mustahil untuk bisa diwujudkan dalam waktu dan upaya yang singkat. Oleh karena itu, bertahap merupakan salah satu rambu penting dalam tarbiyah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dimulai dari tauhid, kemudian perintah-perintah Allah. Seperti halnya keharaman khamr yang dilakukan bertahap. Namun hal penting yang harus diperhatikn bahwa, meski kita sepakat dengan prinsip bertahap ini, tapi tidak boleh kita menghalalkan yang telah diharamkan Allah. Juga tidak boleh menggugurkan yang harus dikerjakan.

Catatan tarbiyah 03 Desember 2011

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: